09 Februari 2010

AKU MENCINTAIMU DIAM-DIAM

jariku menari menceritakan gundahnya hati.beribu lembar kerinduan tergores perlahan.aku merindumu dengan sembunyi.mencintaimu dengan diam-diam.

malam dan sepi menangis bersamaku.mengiris waktu demi waktu dengan pelukan angin dingin kepiluan.ingin kucium hangat nafasmu untuk sekedar penawar hati yg hampir ngilu membeku

aku mencintaimu diam-diam.yah,memang diam.tanpa kata,tanpa ucap dan tanpa dekap.

aku mencintaimu diam-diam.yah,begitu diam.tanpa rayu,tanpa ragu,tanpa membiru

aku mencintaimu diam-diam.yah,sangat diam.tanpa goda,tanpa permata,tanpa senggama

aku mencintaimu diam-diam
aku memujamu diam-diam
aku menantimu diam-diam
bersama kematianku yg indah

02 Februari 2010

Selamat Jalan Ayahku

sungguh,
tak sanggup kumerangkai kata
tak sanggup kumenguntai makna
bila harus kuungkapkan
tentang sebuah rasa kehilangan

andai kita masih bisa mengulang
tawa canda,marah terbiasa
andai waktu masih milik kita
kutuntaskan baktiku padamu,ayahku

kini,engkau telah pergi
rasanya takkan siap kami
kau tinggalkan
sosok panutan yg tak pernah kudapatkan lagi

ayah,maafkan aku
aku tak sempat mengantarkanmu
langit mendung turut berduka
orang-orang riuh rendah bercerita
tentangmu dan kebaikanmu

detik ini,aku datang padamu
semilir dibawah kamboja dan nisanmu
mengenang salah dan dosaku padamu
dan kepergianmu
seketika mendewasakanku
mengajarkanku
tentang harga hidup
kepergianmu mengajarkanku
tentang arti kesabaran
dan bagaimana seorang ayah harus berjuang demi anak-anaknya

aku siap mengemban tanggung jawab darimu

selamat jalan ayahandaku
doa anak lelakimu terus mendampingimu

04 Januari 2010

BOLEHKAH KITA BERSAHABAT?

mungkin tak kau ijinkan aku mencintaimu,meski dengan diam-diam.ada begitu banyak ruang kosong yg pernah kuisi,namun kau mengkosongkannya lagi.





padahal telah berulangkali kukatakan padamu,aku mencintaimu bukan seperti kau mencintai kekasihmu.yg dengannya ingin selalu bermanja-manja,ingin selalu membelai dan dibelai,berkisah kasih,atau tidur bersama.aku hanya ingin bersahabat denganmu.saling bertukar cerita yg kita lalui masing-masing.aku ingin tahu hari-harimu.aku ingin mendengar ceritamu tentang kucing hitam kesayanganmu,atau cerita keponakanmu yg kata kamu paling nakal.bukan untuk beromantisria denganmu.aku juga ingin kamu tahu apa film kesukaanku.kemudian kamu memberi tahu film yg kamu suka.lalu bercerita tentang film itu.kamu penggemar the matrix, men in black, fantastic four, the lord of the ring.kemudian kamu bilang kamu ngantuk jika nonton film daun diatas bantal, pasir berbisik, realita cinta dan rock n roll's,mengejar matahari dan film lokal lain yg aku suka.aku tahu kamu lebih suka film action luar negeri daripada film indonesia yg kebetulan aku lebih menyukainya.aku juga ingin kamu bercerita tentang ngedate kamu malam ini.apakah senang,membosankan atau gagal?aku ingin tahu.atau tentang musik?olahraga?tentang buku?aku cuma ingin tahu.itu saja,tak lebih.aku ingin mencintaimu dengan caraku.tidakkah kita bisa bersahabat?

SEBATANG ROKOK LAGI

Sebatang rokok lagi
kupertemukan dengan api
tuk temani aku malam ini




sebatang rokok lagi
kuhisap di ujung jari
dan menghembuskannya lagi

sebatang rokok lagi
sebelum kuterlelap malam ini
menemui mimpi tak pasti

sebatang rokok lagi
tapi bukan tuk terakhir kali

02 Januari 2010

IMMORTALIBSICK VII

hari ini aku begitu gelisah.taukah kau kenapa?dalam tidur malamku tadi aku bermimpi tentangmu.kau datang dengan senyummu yg termanis dlm balutan jilbabmu yg bersahaja.begitu indah.



tapi sungguh,semua itu membuat aku sakit.kuingin senyum itu untukku,bukan untuk orang lain.aku tak ingin kehilangan segalanya.

kau begitu pandai tersenyum.hingga aku kadang berfikir bahwa senyum telah menjadi seluruh asamu.sungguh,kau sangat lihai mengukir senyuman.apakah memang kau terlahir dengan senyuman?atau kau terlahir sebagai senyuman?
Dan dengan senyuman itu juga aku sadar,itu bukan untukku.senyummu bukan kau ciptakan untukku.

mungkin ini adalah barisan terakhir yg kutulis diam-diam untukmu.diantara sekian banyak kalimat yg masih kusimpan dan tak pernah sedikitpun tercurah padamu.

01 Januari 2010

TAHUN BARU DI 2010

Hingar bingar terompet berceceran
iringi transaksi tukar zaman dan harapan
angka dikalenderpun berguguran
kuburkan duka bangkitkan asa
letupan kembang api tebar semangat dilangit biru
bersama riuh tepuk tangan manusia
tahta tahun sudah digantikan





tapi,mampukah kita lebih baik dari tahun silam?
Sanggupkah kita menggiring awan menuju cahaya terang?
Waktu terlalu berharga untuk pesta pora
mungkin itu yg perlu kita renungkan