01 Februari 2012

TIPS SUPAYA TIDAK PLAGIAT

Ada temen gue yang bikin cerpen karena terinspirasi sebuah novel. Lalu dia nanya, ama gue apa itu termasuk plagiat? Soalnya banyak terjebak sama kalimat-kalimat yang bagus dalam novel itu. Gimana ya biar nggak plagiat? Nah, gue nyoba jelasin setahu gue.

Gimana supaya kita nggak jatuh dalam bentuk plagiat?

Jujur. Jujurlah kepada diri sendiri. Gue kira nggak usah orang lain yang mutusin bahwa elo seorang plagiat dengan deretan bukti yang ditunjukkan orang lain. Sebelum kita mau menerbitkan sebuah karya, tanyalah pada diri sendiri tentang apakah karya ini merupakan plagiat atau nggak.

Lalu gimana kalau suara hati kita berkata bahwa itu nggak plagiat, hanya saja di dalamnya ada beberapa tulisan yang meniru gagasan orang lain? Ya, asal kita bisa mempertanggungjawabkan, kenapa kita harus takut? Sekali lagi, meniru. Bukan menjiplak. Artinya isi sama namun penyajian berbeda. Hal seperti ini bukan suatu cela. Meniru bisa membantu kita supaya menemukan karakter dalam kita menulis. Artinya begini, di dunia ini nggak ada hal baru. Maksudnya pasti sudah pernah ada namun berinovasi. Katakanlah elu pernah baca kalimat "Wakt
u adalah hal yang paling berharga". Lalu elu suka banget sama gagasan itu. Kenapa nggak elu coba ubah menjadi kalimat "Tahukah hal yang paling berharga dalam hidup? Adalah detik yang baru saja kita lewati". Isi sama namun beda penyajian bukan?

Kadang, memang ada orang yang sudah kebelet kepingin menulis tapi macet atau kehabisan kata-kata. Gue ingin nunjukin buat orang semacam ini bahwa sebenarnya bukan soal dia nggak bisa atau nggak mampu menulis. Tapi yang bikin dirinya macet menulis biasanya ketidaktersediaan bahan baginya menulis. Maksud gue gini, orang ini sebenarnya punya banyak pengalaman menarik tapi dia nggak tahu gimana memulai apa yang ingin ditulisnya.


Atau bisa jadi sebaliknya. Pengen menulis tapi miskin ide. Nah, buat memudahkan agar kita dapat menuliskan sesuatu berdasarkan pengalaman, kita harus bersikap jujur kepada diri sendiri. Kalau kita menipu diri -dengan mengatakan bahwa di dalam diri tersimpan banyak pengalaman berharga yang layak dibagikan padahal sebenarnya tidak ada- tentu, akan kesulitan dalam menuangkan pengalaman dalam bentuk tertulis. Meskipun, ya meskipun, kita sudah dibantu oleh seorang penulis besar.

1 komentar:

mpiit mengatakan...

kyaaaa...keren bgt..menginspirasi..jadi kalau gagasan sama tapi penyajian beda tuh gak disebut plagiat ya..oke deh..like this like this.. :)

KOMENTAR Via Facebook