29 Januari 2012

Kupu-kupu

Kupu-kupu
oleh : Wirasatriaji

Setiap kali aku melihat kupu-kupu, aku selalu berharap sepertinya. Terbang diantara bunga dan bersayap cantik jelita. Dengan warna warni indah yang mewarnai dunia. Dari sebuah ulat yang menjijikkan, harus terpenjara dalam kepompong. Tapi akhirnya tak sedikitpun terlihat sisi ulatnya. Aku selalu berharap menjadi kupu-kupu saja. Bukan manusia dengan segala keegoisannya, dengan segala keluh kesahnya dalam sedikit derita.

Aku ingin jadi kupu-kupu pengembara. Terbang dari satu pulau ke pulau lain. Singgah di tepi danau atau sungai yang membuatku tenang. Sejenak melepas dahaga pada airnya yang bening. Hinggap di sebuah ranting yang kering di pulau tak bernama. Aku juga tidak butuh nama, tidak butuh identitas.

Aku adalah kupu-kupu pengembara. Mencari apa yang tidak ada dan melupakan apa yang ada.

Plakkk... !

"Kamu memang bodoh dan benar-benar idiot !" Ibu Guru membentakku dan memukulkan mistar kayu tepat di lima jariku.

Aku masih diam. Mistar kayu itu patah ketika beradu keras dengan punggung tanganku.

"Ibu tidak meminta kalian menggambar hewan kesayangan kalian. Ibu minta kalian lukiskan diri kalian masing-masing sesuai dengan cita-cita kalian," kembali Ibu Guru berbicara setelah memungut patahan mistar kayu.

Ia kembali berdiri di hadapanku, "Dan kamu, tampaknya cuma kamu yang tak mengerti maksud ibu, bodoh !"

Dan seperti ketika Bapakku memukulku, aku masih tetap membayangkan diriku seekor kupu-kupu. Kupu-kupu yang sedang terbang di sebuah taman bunga yang indah. Tak kuhiraukan suara cemooh dari teman-teman. Aku tetap terhanyut dalam seekor kupu-kupu.

1 komentar:

Kamiluddin Azis mengatakan...

Aku juga ingin Menjadi kupu-kupu Keluar dari cangkang yang buruk, bermetamorpfosis menjadi makhluk indah dan memesona.

Aku juga ingin menjadi kupu-kupu
hinggap di satu bunga dan membantu meraka berkembang biak dengan penyerbukan alami.

Saya suka dengan cerpen Ali yang ini, dan juga cerpen lainnya.
keren!

KOMENTAR Via Facebook