Ketika aku membiarkan diriku diselimuti kemarahan atas perilaku orang lain, manakala aku membiarkan perasaanku dideterminis oleh labeling-labeling dan judgmental tanpa refleksi kritis, aku telah benar-benar terjebak. Lalu ketika aku membiarkan originalitas pemikiranku terkontaminasi oleh isme, ideologi, aliran tertentu, dan ketika aku tidak lagi bisa menjadi tuan atas semua gejala dan gejolak psikologis yang enlightment maupun yang traumatic dalam hatiku, aku pun sudah kejebak.
Parahnya, jebakan-jebakan ini sulit kuhindari.
Semestinya aku mampu menjadi tuan atas warna-warna hidupku. Akulah yang seharusnya menentukan angka-angka sesuka hatiku, menjadikannya baik atau tidaknya. Akulah yang seharusnya mengendalikan challenge-challenge dalam hidupku. Aku juga yang seharusnya yakin bahwa akulah sejatinya yang mampu memanipulasi hasratku entah yang liar atau hasrat luhur seperti diam saja atau berbuat perubahan.
Tapi bagaimana caranya menjadi aku yang adalah tuan? Kalau ternyata sikap sopan santunku, atau strategi pelayananku semata-mata dimotivasi oleh semangat konsumerisme, tuntutan pasar, trend mode dan kemudian dimahkotai oleh spiritualitas budaya mengekor demi kredibilitas menyuburkan ladang kapitalisme?
Ah, ada apa denganku?
About Me
- ali sakit
- Batang, jawa tengah, Indonesia
- Aku tak pernah peduli dari sisi mana orang memandangku, baik dan buruknya diriku itu urusanku. Yang aku tahu aku in pecundang yang pengecut...! Terkadang aku tersenyum, tertawa sendiri membahana disela waktuku karena semua yang kulihat begitu sinting, gila, sedeng. Asu..!! Aku orang yang punya dosa. Karenanya aku terus berusaha mewangikan hatiku yang sakit, nista, juga busuk. Sesungguhnya memang hatiku ini benar-benar sakit. Dipenuhi pikiran kotor, ngeres, sombong, iri, dengki, dan segala hal yang menyesakkan dada. Aku ingin jadi orang paling norak sedunia. Berbekal petunjuk tentang kesabaran, rasa cinta yang semampuku bisa kuberikan pada siapa yang pantas menerimanya. Perhatian juga kasih sayang yang nantinya akan kupersembahkan. Persetan dengan omong kosong anjing-anjing yang mulutnya penuh muntahan kebusukan. Bagiku sama saja ! Datang dari sisi manapun, mereka hanya ingin terlihat keren sedunia. Biarkan aku sesuka hatiku melocat, jungkir, nungging, merengek, dan apa saja asal tak merugikan orang lain.
10 Januari 2012
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
SICKMAN SAYS:
Sungguh, aku tidak takut pahitnya obat
Aku hanya takut akan sembuhku
Sungguh, aku tidak benci tajamnya jarum suntik
Aku hanya benci akan sembuhku
Aku hanya takut akan sembuhku
Sungguh, aku tidak benci tajamnya jarum suntik
Aku hanya benci akan sembuhku
KAMAR:
- ARTIKEL (6)
- AYAH (3)
- CERPEN (15)
- CIX (45)
- CURHAT (46)
- DOWNLOAD LAGU (2)
- DUNIA MAYA (5)
- EMAK (3)
- FIKSIMINI (11)
- HAIKU (2)
- IMMORTALIBSICK (11)
- NYAI (12)
- OPINI (13)
- PUISI CINTA DIAM-DIAM (31)
- PUISI KEHIDUPAN (19)
- PUISI KEKASIH (8)
- PUISI KEPEDIHAN (7)
- PUISI LUKA (29)
- PUISI NASIONALISME (2)
- PUISI RINDU (15)
- PUISI SUNYI (4)
- PUISI TRAGEDI (1)
- RENUNGAN (4)
- SECRET ADMIRER (20)
- SEJARAH (1)
- SMS GOMBAL (6)
- TIPS N TRICK (2)
Blog Archive
KOTA INSPIRASI :
- BANDUNG (4)
- BATANG (14)
- BOGOR (3)
- JAKARTA (23)
- KALIMANTAN (1)
- KUDUS (11)
- PEKALONGAN (1)
- PURWOKERTO (1)




0 komentar:
Poskan Komentar