Seekor lebah betina terbang kala senja beranjak tenggelam. Elok nan gemulai. Tiba-tiba seekor kunang-kunang melintas dan beriringan di sebelahnya
"hai manis" kata kunang-kunang jantan
"hai nang" lebah menghaidahi senyum ke arahnya
"mau pulang ke istana?" tanya kunang-kunang yang mengimbangi ayunan sayap lebah.
Lebah mengangguk
"aku ikut ya?" pinta kunang-kunang
"untuk apa?"
"selalu bersamamu"
"besok kan kita ketemu lagi. Lagipula setiap haripun kita selalu bertemu bukan?" kata lebah. Lantas menambah kecepatan.
Kunang-kunang mengejarnya, lalu berkata : "kamu tidak suka bersamaku?"
"aku harus pulang, sebentar lagi hari gelap" jawab lebah
"aku punya cahaya, kamu tak perlu takut"
kunang-kunang meraih jemari lebah
Sejurus kemudian bagian tubuh belakang kunang-kunang memancarkan cahaya hijau keemasan. Lebah terpesona dengan kilaunya. Lebah tersenyum, lalu mereka menghentikan sayapnya. Mereka hinggap di atas ranting sebuah pohon.
"kamu suka cahayaku?" tanya kunang
-kunang
"suka"
Kunang-kunang menarik tubuh Lebah dan mengecup pipinya.
Lebah menarik kunang-kunang kembali dan mencumbu bibir Kunang-kunang. Setelah itu Lebah hanya menunduk.
pipinya memerah
"bibirmu manis" kata Kunang-kunang
"bibirmu lembut" Lebah menyaut
"aku takut hamil" lanjut lebah seraya menutup wajahnya
"ciuman tidak membuat hamil" Kunang-kunang coba menenangkan
" tapi kalau hamil?"
"tidak mungkin. Untuk hamil kita perlu melakukan penciptaan"
"penciptaan?" Lebah terlihat bingung
"aku harus mengoyang-goyangkan pantatmu di selangkanganku" tutur Kunang-kunang
"kamu jorok ah. Porno kamu"
" kamu yang tanya"
"aku menyesal bertanya itu. Tapi darimana kau tahu? “ ucap Lebah
"Kemarin aku melihat sepasang manusia di bangku taman. Sang gadis menangis sesegukan sambil berkata "aku hamil" dan sang pria duduk menunduk memegang kepala. Sepasang manusia itu yang pernah kulihat beberapa bulan lalu. Aku melihat dari balik sebuah jendela. Sepasang manusia melakukan seperti itu, penciptaan. Sebelum mereka melepas pakaian, aku melihat pakaian mereka berwarna serupa. Sama-sama berbaju putih dengan bawahan biru" Kunang-kunang menerawang
. Lebah meringis
"kapan-kapan kita ciuman lagi yah" kata Lebah
Kunang-kunang mengganguk. Pipi Lebah memerah.
"aku harus pulang sekarang" ucap Lebah
kunang-kunang kembali mengganguk
"kamu akan menemuiku lagi?" pinta Kunang-kunang
kali ini Lebah yang mengganguk.
"kamu akan menikah denganku?" tanya Kunang-kunang
" Kamu seperti manusia saja. Aku tidak mau berjanji. Nanti seperti sifat manusia yang mudah berjanji dan ingkar" terang Lebah
"jawab saja" desak Kunang-kunang
Lebah mengangguk "iya"
"aku tak mendegar" Kunang-kunang sedikit memalingkan muka
" IYA " Teriak lebah seraya mengepakkan sayap mungilnya dan lenyap diantara kabut senja
yang hanya menyisakan garis merah
About Me
- ali sakit
- Batang, jawa tengah, Indonesia
- Aku tak pernah peduli dari sisi mana orang memandangku, baik dan buruknya diriku itu urusanku. Yang aku tahu aku in pecundang yang pengecut...! Terkadang aku tersenyum, tertawa sendiri membahana disela waktuku karena semua yang kulihat begitu sinting, gila, sedeng. Asu..!! Aku orang yang punya dosa. Karenanya aku terus berusaha mewangikan hatiku yang sakit, nista, juga busuk. Sesungguhnya memang hatiku ini benar-benar sakit. Dipenuhi pikiran kotor, ngeres, sombong, iri, dengki, dan segala hal yang menyesakkan dada. Aku ingin jadi orang paling norak sedunia. Berbekal petunjuk tentang kesabaran, rasa cinta yang semampuku bisa kuberikan pada siapa yang pantas menerimanya. Perhatian juga kasih sayang yang nantinya akan kupersembahkan. Persetan dengan omong kosong anjing-anjing yang mulutnya penuh muntahan kebusukan. Bagiku sama saja ! Datang dari sisi manapun, mereka hanya ingin terlihat keren sedunia. Biarkan aku sesuka hatiku melocat, jungkir, nungging, merengek, dan apa saja asal tak merugikan orang lain.
05 November 2011
QUEENBEE and FIREFLY
Diposkan oleh
ali sakit
di
Sabtu, November 05, 2011
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
SICKMAN SAYS:
Sungguh, aku tidak takut pahitnya obat
Aku hanya takut akan sembuhku
Sungguh, aku tidak benci tajamnya jarum suntik
Aku hanya benci akan sembuhku
Aku hanya takut akan sembuhku
Sungguh, aku tidak benci tajamnya jarum suntik
Aku hanya benci akan sembuhku
KAMAR:
- ARTIKEL (6)
- AYAH (3)
- CERPEN (18)
- CIX (45)
- CURHAT (46)
- DOWNLOAD (5)
- DUNIA MAYA (5)
- E-BOOK (2)
- EMAK (4)
- FIKSIMINI (16)
- HAIKU (2)
- IMMORTALIBSICK (11)
- NYAI (12)
- OPINI (13)
- PUISI CINTA DIAM-DIAM (31)
- PUISI KEHIDUPAN (20)
- PUISI KEKASIH (8)
- PUISI KEPEDIHAN (8)
- PUISI LUKA (29)
- PUISI NASIONALISME (2)
- PUISI RINDU (15)
- PUISI SUNYI (4)
- PUISI TRAGEDI (1)
- RENUNGAN (6)
- SECRET ADMIRER (20)
- SEJARAH (1)
- TIPS N TRICK (4)
Blog Archive
KOTA INSPIRASI :
- BANDUNG (4)
- BATANG (14)
- BOGOR (3)
- JAKARTA (22)
- KALIMANTAN (1)
- KUDUS (14)
- PEKALONGAN (1)
- PURWOKERTO (1)




0 komentar:
Poskan Komentar