Kamu memanggilku tante kelintingan. Karena aku menghisap tembakau yang aku linting dengan jemari lembutku, begitu katamu. Kamu, pemuda yang kulumat bibirnya semalaman. Bibir lelaki perjaka barangkali. Bibirmu manis, semanis madu. Aku mencumbumu duluan. Mungkin karena aku lebih tua darimu. Mungkin juga karena aku lebih tahu tentangmu daripada kamu tahu tentangku. Tapi barangkali kamu sering membayangkan sebelumnya, menginginkannya tapi tak pernah benar-benar memulai. Aku tergerak karena kepolosanmu dan tatap kekanak-kanakanmu yang kurindukan begitu lama. Mengajariku hangatnya masa itu.
Aku melumatmu perlahan dan dalam. Seperti yang tak pernah dilakukan mereka --lelaki dewasa-- padaku. Mereka terlalu tergesa-gesa, sistematis, bercinta untuk lantas melesat pergi tanpa sempat berpelukan. Meninggalkanku telanjang di atas ranjang. Dan kamu, pemuda yang memanggilku tante kelintingan mampu menghadirkan kerinduan. Lalu hujan turun merestui malam kita. Menghadirkan gemuruh diantara nafas yang saling berpacu.
Kamu, pemuda yang memanggilku tante kelintingan. Sebab aku suka mengelinting diantara selangkanganmu, lalu menghisapnya dalam-dalam. Kemudian aku merasakan nafasmu tak berirama, detakmu memompa kencang. Tubuhmu bergoyang. Bergerak kadang lambat kadang cepat. Dan aku begitu kepayang dengan rintihan yang meletup dari mulut manis madumu. Tante kelintingan, tante kelintingan, begitu serapahmu. Tak bosan kamu muntahkan itu. Sembari terpejam matamu, kau nikmati tiap ichi sentuhanku. Tubuhmu bersinar diantara butir keringat yang menempel kulitku.
Dan aku gemar menggeliat saat kamu berubah menjadi anjing yang gemar menjilat-jilat. Bulu-bulumu menghangatkan, juga suara polos eranganmu. Kamu orgasme lima kali. Peluh dan pejuh berserakan disela tubuh kita yang merapat
Lalu kamu, pemuda yang gemar memanggilku tante kelintingan. Meninggalkanku terkapar sebelum sempat kucicipi orgasme. Kamu seperti mereka --lelaki dewasa-- membuangku tak berdaya
*) mencoba eksotisme
.
About Me
- ali sakit
- Batang, jawa tengah, Indonesia
- Aku tak pernah peduli dari sisi mana orang memandangku, baik dan buruknya diriku itu urusanku. Yang aku tahu aku in pecundang yang pengecut...! Terkadang aku tersenyum, tertawa sendiri membahana disela waktuku karena semua yang kulihat begitu sinting, gila, sedeng. Asu..!! Aku orang yang punya dosa. Karenanya aku terus berusaha mewangikan hatiku yang sakit, nista, juga busuk. Sesungguhnya memang hatiku ini benar-benar sakit. Dipenuhi pikiran kotor, ngeres, sombong, iri, dengki, dan segala hal yang menyesakkan dada. Aku ingin jadi orang paling norak sedunia. Berbekal petunjuk tentang kesabaran, rasa cinta yang semampuku bisa kuberikan pada siapa yang pantas menerimanya. Perhatian juga kasih sayang yang nantinya akan kupersembahkan. Persetan dengan omong kosong anjing-anjing yang mulutnya penuh muntahan kebusukan. Bagiku sama saja ! Datang dari sisi manapun, mereka hanya ingin terlihat keren sedunia. Biarkan aku sesuka hatiku melocat, jungkir, nungging, merengek, dan apa saja asal tak merugikan orang lain.
28 Oktober 2011
Tante Kelintingan
Diposkan oleh
ali sakit
di
Jumat, Oktober 28, 2011
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
SICKMAN SAYS:
Sungguh, aku tidak takut pahitnya obat
Aku hanya takut akan sembuhku
Sungguh, aku tidak benci tajamnya jarum suntik
Aku hanya benci akan sembuhku
Aku hanya takut akan sembuhku
Sungguh, aku tidak benci tajamnya jarum suntik
Aku hanya benci akan sembuhku
KAMAR:
- ARTIKEL (6)
- AYAH (3)
- CERPEN (18)
- CIX (45)
- CURHAT (46)
- DOWNLOAD (5)
- DUNIA MAYA (5)
- E-BOOK (2)
- EMAK (4)
- FIKSIMINI (16)
- HAIKU (2)
- IMMORTALIBSICK (11)
- NYAI (12)
- OPINI (13)
- PUISI CINTA DIAM-DIAM (31)
- PUISI KEHIDUPAN (20)
- PUISI KEKASIH (8)
- PUISI KEPEDIHAN (8)
- PUISI LUKA (29)
- PUISI NASIONALISME (2)
- PUISI RINDU (15)
- PUISI SUNYI (4)
- PUISI TRAGEDI (1)
- RENUNGAN (6)
- SECRET ADMIRER (20)
- SEJARAH (1)
- TIPS N TRICK (4)
Blog Archive
KOTA INSPIRASI :
- BANDUNG (4)
- BATANG (14)
- BOGOR (3)
- JAKARTA (22)
- KALIMANTAN (1)
- KUDUS (14)
- PEKALONGAN (1)
- PURWOKERTO (1)




0 komentar:
Poskan Komentar