08 Oktober 2011

Kemuakan


Aku muak melihat remaja yang kehilangan identitas dengan bergaya sok funky hanya karena mengejar istilah trendy. Tak punya identitas.

Aku juga muak dengan produk-produk massal yang hanya membodohi bangsa yang sudah bodoh ini. Sungguh, aku ingin jadi anak-anak saja. Nggak mikir, hanya bermain.

Aku sangat muak, sebab akhir-akhir ini rasanya ingin muntah dengan bombastis dunia remaja. Film-film indonesia yang memuakkan, sebuah film 'latah' ayat-ayat cinta. Oh, tak adakah sesuatu yang lain yang bisa dikemas dengan baik untuk menunjukkan dunia remaja, tanpa harus dengan dialog-dialog membosankan?

Dan aku juga muak dengan sinetron latah sok suci yang katanya religi. Begitukah caranya berdakwah?sosok kiyai digambarkan dengan rendahnya dalam adegan bersama wanita setengah telanjang.

Lalu aku juga muak. Lirik-lirik lagu yang mengerikan. Apa lagi kalau bukan kisah picisan mendayu-dayu dengan balutan melayu. Dengan style personilnya bak rock star mempesona namun membawakan lagu melankolia. Melankolia akut, psycodramatis, hipermelankoli.

Aku ingin mati saja, lalu bersama malaikat menanti kiamat..

0 komentar:

KOMENTAR Via Facebook