"Perintah sudah jelas !. Pertiwi memanggil kita. Kekalahan tidak bisa ditebus dengan darah apapun !. Lebih baik pulang nama daripada harus gagal di medan tugas. Yakini Tuhan bersama kita. Merdeka !!!"
Pekik lantang komandan
diantara butir hujan yang mengiris dedaunan
memimpin pasukan perang
memimpin jiwa berkobar
diantara rimba, jurang rawa, gunung bukit, hitam menggeliat
tertutup wajah kabut pekat dingin menyengat
pahlawan bertandang
memikul harapan kebebasan
berseru maju berpadu
dari corak ragam suku
berjanji bertumpah pada Negeri
tanah menangis,
basah oleh darah memerah
satu dua tiga
dada kiri menganga
peluru merajam lingkar tubuh
menambah deretan janda
demi menjulangnya bendera sederhana
Merah Putih
Semerbak bunga tiada hilang
damailah...
prasasti menancap bumi
damailah...
lembaran tentangmu terukir dunia
damailah...
itu cerita dulu
sekarang,
tak perlu teteskan darah
tak butuh ada yang tumpah
tak harus tanah memerah
Dipundak pemuda terpatri ujung hari
indonesia
akan kemana kita nanti?
Kudus, 13 November 2011





0 komentar:
Poskan Komentar