Perputaran hari berkelebat begitu cepat berputar tanpa menungguku. Melewati setiap sendi waktu yang terlalu dalam. Melaju dan terus melaju. Banyak hal yang menghampiri. Rasa suka, duka, perih, lara, haru, juga semangat membiru. Segalanya menjadi warna disetiap kepingan usia. Lalu seberapa bermaknakah? Seketika aku harus dihimpit oleh pertanyaan itu. Pertanyaan yang seharusnya kujadikan mata sekaligus cermin bagi diriku sendiri, juga sebagai alarm jika sekali-kali aku terjatuh dan lelah. Barangkali ketika kebingungan untuk memilih persimpangan.
Ramadhan telah datang lagi, bulan yang menyadarkanku untuk kontrol diri. Aku memang semakin sakit, liar, licik, bejat, kotor, kurang ajar, dan mungkin brengsek. Dan ramadhan kali ini semoga membawaku sedikit lebih sehat dan waras.





0 komentar:
Poskan Komentar