Tarawih telah selesai. Aku langsung pulang dan masuk ke kamar kost (numpang di tempat temen). Rasa kantuk sudah mulai menggantung dipelupuk mata. Aku merebahkan tubuh setelah melempar peci dan sarung ke atas meja. Tiba-tiba temanku menghampiri dan duduk di sebelahku. Dia bilang bahwa Kartu Atm-nya mau di-nonaktif-kan. Tapi katanya masih ada saldo cepek. Daripada gak bisa diambil dan hangus, mending buat belanja pake Debit pikirku. Setelah tanya sana sini, ada yang bilang masih bisa digunakan untuk belanja sekitar gocap. Akhirnya kita berdua meluncur menuju minimarket. Mengendarai motor, dia yang mengemudi dan aku dibelakang. Aku hanya mengenakan celana pendek (boxer). Setelah sampai didepan sebuah minimarket, aku turun dari boncengan dan tiba-tiba "thezzzh..!!" sebuah rasa sangat panas terasa di betis kanan. Dan tak salah lagi, betisku menempel knalpot motor yang begitu panas. Alhasil sebuah luka bakar membiru kecoklatan terlukis di betis belakang. Sengatan yang begitu menyengat. Panas, tentu. Tak apalah karena sebentar lagi aku bisa belanja gratis, pikirku. Aku masih bersemangat membuka pintu minimarket meski dengan sedikit pincang dan perih. Temanku hanya menunggu diluar

Setelah masuk, aku langsung membuka mulut :
"rokok dj*r*m bl*ck sebungkus mbak" sambil telunjukku mengarah pada rak diatas kasir
"sepuluh ribu tujuh ratus" balas petugas kasir setelah men-scan barcode
"pake Ma*d*ri Debit bisa kan?" tanyaku
"bisa pak, tapi minimal belanja harus bernilai dua puluh ribu rupiah" meski senyumnya terlalu dibuat-buat, dia lumayan cantik untuk ukuran jam sepuluh malam seperti ini.ha..ha..
aku langsung membalikkan badan dan menuju lemari minuman. Aku mengambil 2 minuman kaleng (yang jelas bukan produk Amerika, aku tak suka)
"semua tiga puluh lima ribu empat ratus rupiah, mau isi pulsa sekalian pak?" tanya petugas kasir tak lama setelah aku menyerahkan barang yang tadi kupilih
"ni mbak pake Debit aja" aku merogoh saku dan menyerahkan kartu ATM yang....ternyata sobek di bagian hitamnya
Lalu petugas tadi menggesek kartu dan "tut..tut" Card is not valid
"kartunya rusak mas"
"waduh, ya udah tunai aja"
Aku merogoh saku, mengeluarkan uang selembar merah (uang seratus ribu satu-satunya yg tersisa)
keluar dari pintu, temanku tertawa terbahak-bahak. Aku berjalan sedikit pincang dengan menahan perih luka bakar
"kartu bodol lu kasih" teriakku setelah motor melaju meninggalkan minimarket
niatnya pengen belanja gratis malah kena knalpot. Padahal lagi masa pengiritan.
alhasil kayak gini :

.




0 komentar:
Poskan Komentar