Asal kamu tahu, sama sekali tak pernah terbersit rasa iri dalam ceruk hatiku untuk mereka. Terlebih aku tahu, bahwa semua yang kulakukan ini berangkat dari niat dan harap yang luhur. Dan aku menyadari, bentangan nikmat yang Maha Kuasa tak mampu aku tuliskan dengan tinta lautan dan samudra luas.
Namun rasanya, perih hati ini tak bisa dipungkiri. Hingga tiba-tiba kesadaranku menyeruak dan meluap begitu saja. Kudapati diriku begitu kosong dan telanjang dengan carut-marut dan luka kemarin yang belum mengering.
Tersentak aku.
Seandainya...
Seandainya...
Seandainya...
Seandainya aku orang kaya
Ha... Ha... Ha...





0 komentar:
Poskan Komentar